Kita kembali pada awal pertama. Wajahmu selalu hadir dalam kenanganku. Perasaan yang selalu kutunggu. Kenangan bersamamu tak pernah terhitung jumlahnya. Seorang pria duduk manis sambil memegang pulpen biru sedang menulis didepanku. Tatapan mata yang fokus, membuatku selalu bertanya apa yang sedang kamu fikirkan. Hari itu berlalu dengan penuh arti. Esoknya dan hari seterusnya kau masih tetap sama. Ada rasa yang bergejolak ketika matamu menatap langsung kedua bola mataku. Aku hanya diam mematung ketika melihat kau tertawa. Rasanya cukup sampai disini aku mencari lagi. Sudah kutemukan, kamulah orangnya. Ketika jemarimu menggenggam tanganku. Rasanya tak ingin ku lepaskan. Ketika kau menarik tasku. Ku biarkan ia terbawa oleh tanganmu. Hujan membawa rindu yang tak pernah ku kira. Teringat ketika kita duduk bersama sambil melewati hujan. Kau terus bercerita tentang segala sesuatu. Telingaku mendengar dengan baik tiap bait kata-katamu. Mataku tak pernah berhenti memandangmu dengan tat...