Langsung ke konten utama
Kita kembali pada awal pertama. Wajahmu selalu hadir dalam kenanganku. Perasaan yang selalu kutunggu. Kenangan bersamamu tak pernah terhitung jumlahnya. Seorang pria duduk manis sambil memegang pulpen biru sedang menulis didepanku. Tatapan mata yang fokus, membuatku selalu bertanya apa yang sedang kamu fikirkan. Hari itu berlalu dengan penuh arti.

Esoknya dan hari seterusnya kau masih tetap sama. Ada rasa yang bergejolak ketika matamu menatap langsung kedua bola mataku. Aku hanya diam mematung ketika melihat kau tertawa. Rasanya cukup sampai disini aku mencari lagi. Sudah kutemukan, kamulah orangnya.

Ketika jemarimu menggenggam tanganku. Rasanya tak ingin ku lepaskan. Ketika kau menarik tasku. Ku biarkan ia terbawa oleh tanganmu. Hujan membawa rindu yang tak pernah ku kira. Teringat ketika kita duduk bersama sambil melewati hujan. Kau terus bercerita tentang segala sesuatu. Telingaku mendengar dengan baik tiap bait kata-katamu. Mataku tak pernah berhenti memandangmu dengan tatapan yang berbeda. Sedangkan hatiku berbisik, “sanggupkah aku jika harus melupakanmu? Jauh darimu? Jika tidak melihatmu sehari saja, rasanya waktu berjalan sangat lamban. Lantas, bagaimana aku harus menghadapi sesuatu tanpamu? Itu sulit.”

Hari ini aku menggunakan pakaian terbaikku. Aku tau dengan pakaian apapun kau terlihat sama, tampan seperti biasanya. Kau ucapkan selamat ulangtahun padaku. Hanya sebatas ucapan, namun sangat bermakna. Pria pertama yang megucapkan itu. Kau duduk di depanku. Lagi lagi hatiku berbisik, “lihatlah perasaanku, tak  bisa kah perasaanku pergi meninggalkanku?” Cinta ini begitu kuat, hingga aku tak bisa membedakan mana cinta mana ego.

Kau berdiri di tepi pantai. Melihat ombak menerjang butiran pasir yang kau pijak. Dan aku hanya bisa memandangmu dari jauh. Membiarkanmu melakukan apapun yang kamu inginkan. Kaki ini ingin melangkah mendekat. Namun berat karena perasaanku.

Seseorang pernah berkata, “semakin sulit kamu mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan, ketika kamu bisa mendapatkannya, kamu juga akan semakin sulit untuk melepasknnya.” Jujur saja, aku sudah menunggu lama hanya untuk itu. Ketika kau jatuh cinta dengan seseorang, kau akan terus mendoakan yang terbaik untuknya. Mencintainya dengan sepenuh hati, tanpa takut untuk pergi dari kehidupannya. Aku sadar, bahwa aku terlalu penakut dan mempertahankan prinsip bahwa aku tidak akan pernah mengungkapkannya. Ya, walau aku yakin kamu tau bagaimana perasaanku padamu, sampai kapanpun aku tak akan pernah menjelaskan langsung padamu. Biar saja semuanya seperti ini. Aku hanya bisa menunggu. Entah menunggu kau sadar, atau menunggu kau pergi.

Postingan populer dari blog ini

Boarding school pertama.

Acara boarding school itu adalah acara nginep-menginep yang dilaksanakan rutin setiap dua kali dalam setahun. Dan ini adalah acara boarding school pertama angkatan kami. Selain ajang nginep-menginep, boarding juga ajang bawa membawa barang-barang rumah yang aneh. Ada yang bawa boneka, bawa sarung, bawa bedcover, bawa sisir, celdal (upssss, barang bawaan wajib) dan masiiih banyak lagi. Aku sebagai perempuan cantik penggila boneka, sempet bawa boneka monyetk. Si ipeh juga bawa boneka jeruk. Dan boneka itu juga alat penghibur kita waktu pelajaran. Yang biasanya Cuma duduk diatas kursi, sekarang kita jadi duduk dibawah kursi sambil bobo-boboan bareng boneka.  Aku yang menjadikan boarding shool adalah ajang menginap missal itu, kadang kala sempet main-main pas pelajar. Ipeh, mokmok sama aku, pernah kambuh penyakit engga warasnya dikelas. Kita pura-pura naik mobil sambil tiduran. Karena ipeh yang punya boneka jeruk, jadinya dia yang jadi suorinya. Aku sama mokmok jadi penum...

Bolang dan Diah

Hai hai.. pengen posting cerita nih. Oh iya, sebelumnya aku mau ngenalin sahabat baru aku. Namanya Diah Utami, tapi aku manggilnya Dea. Dia ini temen bolang aku. Kalau bolang pasti sama dia. Dan ngebolangnya juga ga pernah direncanain sebelumnya. Dea ini orangnya asik, pengertian banget, selalu ada setiap saat kaya rexona, baik banget orangnyaaa.. Hehe Ini dia orangnya  hari jumat tanggal 20 Februari aku ga pernah berencana mau main kemana-mana. Awalnya aku cuma minta dianterin Dea ke kosan baru. Lah ujung-ujungnya kita berdua melalang buana ke daerah Coban Rais. aku gatau Coban Rais itu dimana, akhirnya kita Dea buka gadget trus cari lokasinya. Eh di tengah jalan hampir aja ketilang polisi. Motor aku disuruh minggir dan di tanyain stnk sama sim nya. Polisinya nyebelin lagi, masa dia doain aku supaya lupa bawa sim. Hadeeeuuhh, tapi ternyata tuhan sayang sama aku dan aku terlepas dari tilang menilang itu. Dea juga sempet tanya daerah menuju Coban Rais sama polisi dan ...

You are my cup of tea

Cinta.., 5 huruf nan dapat membuat orang berubah 180 derajat, yang baik dapat jadi jahat. nan dursila dapat menjadi baik, hanya sebab oleh cinta, sudah niscaya jika ada pasangan nan saling mencintai, rasa senang akan mereka rasakan, lalu bagaimana dengan cinta terpendam? Cinta terpendam…, ketika ku mengenalnya hanya sebatas biasa, acuh dan tidak acuh, menyapa sama halnya kepada nan lainnya, saya gak terlalu peduli dengan dia, untuk saya tidak jauh beda dengan nan ada di sekitar ku, Waktu terus berjalan, sapaan lembut nan selalu berawalkan salam, nan membuat ku tidak dapat mengacuhkannya dan harus menjawabnya. Karena nan saya tahu setiap manusia nan memberikan salam, tentu kita wajib menjawabnya, sebab salam ialah sama halnya dengna kita saling mendo’akan. Ku coba buat menjaga perasaan agar tidak jauh dari norma-norma sebagai seorang wanita, nan dekat dengan bukan mahramnya, Hati siapa nan dapat menebak? Allah maha membolak-balikan hati, tidak terasa waktu terus berjala...