Kita kembali pada awal pertama.
Wajahmu selalu hadir dalam kenanganku. Perasaan yang selalu kutunggu. Kenangan
bersamamu tak pernah terhitung jumlahnya. Seorang pria duduk manis sambil
memegang pulpen biru sedang menulis didepanku. Tatapan mata yang fokus,
membuatku selalu bertanya apa yang sedang kamu fikirkan. Hari itu berlalu
dengan penuh arti.
Esoknya dan hari seterusnya kau
masih tetap sama. Ada rasa yang bergejolak ketika matamu menatap langsung kedua
bola mataku. Aku hanya diam mematung ketika melihat kau tertawa. Rasanya cukup
sampai disini aku mencari lagi. Sudah kutemukan, kamulah orangnya.
Ketika jemarimu menggenggam
tanganku. Rasanya tak ingin ku lepaskan. Ketika kau menarik tasku. Ku biarkan
ia terbawa oleh tanganmu. Hujan membawa rindu yang tak pernah ku kira. Teringat
ketika kita duduk bersama sambil melewati hujan. Kau terus bercerita tentang
segala sesuatu. Telingaku mendengar dengan baik tiap bait kata-katamu. Mataku
tak pernah berhenti memandangmu dengan tatapan yang berbeda. Sedangkan hatiku
berbisik, “sanggupkah aku jika harus melupakanmu? Jauh darimu? Jika tidak
melihatmu sehari saja, rasanya waktu berjalan sangat lamban. Lantas, bagaimana
aku harus menghadapi sesuatu tanpamu? Itu sulit.”
Hari ini aku menggunakan pakaian
terbaikku. Aku tau dengan pakaian apapun kau terlihat sama, tampan seperti
biasanya. Kau ucapkan selamat ulangtahun padaku. Hanya sebatas ucapan, namun
sangat bermakna. Pria pertama yang megucapkan itu. Kau duduk di depanku. Lagi
lagi hatiku berbisik, “lihatlah perasaanku, tak
bisa kah perasaanku pergi meninggalkanku?” Cinta ini begitu kuat, hingga
aku tak bisa membedakan mana cinta mana ego.
Kau berdiri di tepi pantai.
Melihat ombak menerjang butiran pasir yang kau pijak. Dan aku hanya bisa
memandangmu dari jauh. Membiarkanmu melakukan apapun yang kamu inginkan. Kaki
ini ingin melangkah mendekat. Namun berat karena perasaanku.
Seseorang pernah berkata,
“semakin sulit kamu mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan, ketika kamu bisa
mendapatkannya, kamu juga akan semakin sulit untuk melepasknnya.” Jujur saja,
aku sudah menunggu lama hanya untuk itu. Ketika kau jatuh cinta dengan
seseorang, kau akan terus mendoakan yang terbaik untuknya. Mencintainya dengan
sepenuh hati, tanpa takut untuk pergi dari kehidupannya. Aku sadar, bahwa aku
terlalu penakut dan mempertahankan prinsip bahwa aku tidak akan pernah mengungkapkannya.
Ya, walau aku yakin kamu tau bagaimana perasaanku padamu, sampai kapanpun aku
tak akan pernah menjelaskan langsung padamu. Biar saja semuanya seperti ini.
Aku hanya bisa menunggu. Entah menunggu kau sadar, atau menunggu kau pergi.