yang baik dapat jadi jahat. nan dursila dapat menjadi baik, hanya sebab oleh cinta,
sudah niscaya jika ada pasangan nan saling mencintai,
rasa senang akan mereka rasakan, lalu bagaimana dengan cinta terpendam?
Cinta terpendam…, ketika ku mengenalnya hanya sebatas biasa, acuh dan tidak acuh, menyapa sama halnya kepada nan lainnya, saya gak terlalu peduli dengan dia, untuk saya tidak jauh beda dengan nan ada di sekitar ku,
Waktu terus berjalan, sapaan lembut nan selalu berawalkan salam, nan membuat ku tidak dapat mengacuhkannya dan harus menjawabnya.
Karena nan saya tahu setiap manusia nan memberikan salam, tentu kita wajib menjawabnya, sebab salam ialah sama halnya dengna kita saling mendo’akan.
Ku coba buat menjaga perasaan agar tidak jauh dari norma-norma sebagai seorang wanita, nan dekat dengan bukan mahramnya,
Hati siapa nan dapat menebak? Allah maha membolak-balikan hati, tidak terasa waktu terus berjalan, tidak tersa mulai dari sapaan-obrolan-candaan dan bumbu lainnya, selalu mengiringi di sela-sela waktu nan ada.
Tanpanya serasa sepi, tanpanya serasa semu,
Hati mulai gelisah jika tidak bisa melihat atau mendengar kabarnya.
Degup kencang di dada jika ku lihat ada goresan tangannya, walau hanya berisikan Assalammualaikum.
Kata salam nan selalu membuat saya berdegup kencang, kata apa kabar iman mu nan selalu membuat saya merasa nyaman,
Tetapi dengan beriringnya waktu, saya tak tau apa nan jadi masalah mu? Tiba-tiba kamu bersikap berbeda dari hari-hari biasanya, kamu seakan-akan tak kenal aku, jika saya sapa kamu, hanya cukup menjawab seperlunya, ada apa?
Hati terus bertanya-tanya dengan perubahan sikap mu, nan tidak sama dengan biasanya..
Suatu hari saya kirim pesan via inbox saya bertanya kenapa kamu berubah drastis? Apa salah ku nan membuat mu menjadi sikap acuh?
Jawab mu hanya saya tak mau dekat dengan siapapun termasuk kamu.
Aku mencoba menerima keputusan mu, dan sejak hari itu dengan pesan terakhir mu,
Aku kehilangan jejak mu, tiada kabar, tiada sapa?
Taukah kamu apa nan ada dalam hati ku saat ini? Sama seperti saat itu, masih bergejolak, masih menanti kehadiran mu,
Taukah kamu, jika saja saat ini kamu hadir kembali dalam hayati ku, ku kan katakan padamu, apa nan selama ini saya rasakan dan saya pendam,
Dalam hati nan paling dalam ada tertulis nama mu, atas nama iman mu, kepada-Nya.
Yang saya tau saya mulai menyukai mu sebab agama mu, bukan keelokan mu, walau saya tidak sebagus agama mu, tapi saya berusaha menjadi umat nan taat seperti nan sering engkau nasehat kan.
Kamu nan di sana saya sudah terlanjur memendam rasa, saya sudah terkepung oleh nan namanya cinta,
Ku ingin mengembalikan waktu, andai ku boleh meminta pada Tuhan dan saya akan memilih lebih baik saya tidak mengenalmu.
Cintaku terpendam, cintaku bertepuk sebelah tangan, ku kan tetap sayang walau kau sudah tidak mungkin datang.
Salam kasih salam cinta fitrah dari nan kuasa (Kahlil Gibran)
Puisi ini menyatakan perasaan terdalam untuk seorang kekasih hati. Yang tidak mampu disampaikan oleh seseorang lewat lisannya dan hanya berusaha berbuat yang terbaik di depan sang kekasih hati. Gadis yang hanya bisa memendam perasaannya di dalam hati tanpa siapapun tau tentang perasaannya. Mengorbankan segenap hatinya untuk mencintai orang yang tidak pernah tau hatinya berlabuh dimana. Cinta, mampu membuat sang gadis yang berawal acuh pada tiap orang menjadi begitu perhatian pada seseorang. Mampu membuat hati yang begitu keras menjadi sangat sangat lembut. Mampu membuat dunianya seakan berwarna warni. Tidak jarang berwarna gelap, bahkan hitam kelam.
Apakah kau rasa dirimu seperti ini?
Jawabannya, ya.
Dia, bagaikan meteor yang tiba-tiba datang dan dapat membuat sebuah lubang di bagian bumi. Kedatanganmu yang tidak pernah aku sangka mampu membuat hati yang terkunci rapat, dapat hancur menembus gembok bahkan dinding hati yang begitu kuat.
Waktu terasa berjalan sangat cepat ketika sebuah memori mulai terekam diam-diam. Tak terkecuali guratan senyum di wajahmu yang terekam jelas pada kedua bola mataku. Aku hanya bisa menikmati kebersamaan kita yang begitu singkat. Tidak ada hal lain yang lebih menyenangkan kecuali mendengar celotehmu yang riang, ataupun tawamu yang renyah. Ketika kamu membutuhkanku, aku adalah gadis yang siap membantumu kapanpun. Bahkan dikala aku terlelap dalam mimpi, aku masih sempat terbangun ketika suara handphone memanggilku untuk menjawab suaramu. Ketika diri ini terlelah dengan kejenuhan, candamu membuat aku hilangkan penat yang selama ini mengelilingiku.
Namun apa dayanya aku? Hanya seorang gadis yang tak mampu menjelaskan perasaan ini pada siapapun termasuk padamu. Tak bisa ungkapkan ini di depanmu. Walau kau berada di depan mataku, hanya taburan senyum di pipi yang menggambarkan betapa rasa cinta ini sudah merasukiku beberapa lama. Aku tidak menunggu waktu untuk memberitahukanmu tentang segalanya, tapi aku menunggu bagaimana skenario ini akan berakhir, entah berakhir bahagia atau berakhir dengan perasaan luka. Karena aku tau, cinta tak akan salah memilih hati untuk dicintai.
Kau, tetaplah seperti ini. Menjadi salah satu bagian penting dalam hidupku. Kadang aku merasa kau membutuhkan orang yang tepat untuk menjadi teman berbagimu, ataupun seseorang yang mampu membimbingmu, mengajarimu tentang segala sesuatu yang belum kau ketahui. Cobalah mengerti tentang aku, sadarlah bahwa ada aku di sampingmu. Jika kau menjauh lalu akhirnya pergi, aku tak akan pernah melarangmu melakukan itu. Namun, bisakah skenario cinta ini menyadarkanmu untuk tak pernah pergi dariku dan meyakinkanmu bahwa aku orang yang selalu kau butuhkan?
