Langsung ke konten utama

Berubah (Jeng Jeng jadi power ranger pink)

Assalamualaikum..
Wah Lusita sekarang mau membiasakan diri mengucap salam (gak cuma pas masuk ke rumah aja). Ada yang mau diceritain nih berhubung jarang nulis di buku diary dan lebih suka nulis di blog (Lusita orang yang terbuka dan mau bagi rahasia. Hehe).

Sahabat, Lusita mau cerita proses hijrahnya Lusita yang mati-matian dicoba. Tapi Alhamdulillah Allah selalu kasih jalan. Semoga menjadi inspirasi untuk teman-teman yang mau memulai proses hijrah.

Hijrah itu bagi Lusita ketika Allah tiba-tiba ngasih hidayah dengan cara yang gak di duga. Lusita orang yang hijrahnya selalu kesendat dengan sesuatu, jadi setengah-setengah terus kepentok deh (rasanya kayak dijitak sama Allah) baru nyadar. 

Lusita.. Lahir dari ibu yang dulunya anak gahool beut, doyan maen dan ayah yang doyan jalan-jalan (tipikal perantau yang darahnya mengalir di Lusita). Dari kecil ibu selalu ngajarin Lusita hafalan Al-Qur'an Juz 30. Berhubung Lusita dan aa Ilyas beda 5 tahun, dulu aa selalu ngafalin Juz Amma buat syarat kelulusan di MI. Tiap hari dengerin aa hafalan menyebabkan Lusita kelas 4 SD Alhamdulillah sudah hafal Juz 30. Aku dari kecil sudah disekolahkan di MI, yang notabennya sekolah agama. Nahwu, Shorof, Bahasa arab, Sejarah Islam, Akidah ahlak, Fikih, Qur'an dan hadits, serta tahfiz udah jadi makanan sehari-hari. Dibiasakan belajar agama dari kecil membuat Lusita punya bekal sedikit untuk menjalani hidup. 

Setelah lulus MI, Lusita masuk SMP yang juga notabennya SMP Islam. Terpadu pula (Fullday school). Pelajarannya masih sama, cuma gak ada Nahwu dan shorof. Tapi akhlak Lusita diubah di sekolah ini. Lusita diajarkan untuk terbiasa memakai rok kalau kemana2, sholat tepat waktu, baca qur'an, hafalan surat (sebanyak-banyaknya), dan masih banyak lagi. Tapi namanya juga anak SMP, lagi bader alias nakal. Lusita melakukan itu semua, tapi Lusita kegoda sama pacaran. 

Lusita pacaran sama temen sendiri, dan yang terakhir sama adek kelas (dasar tante genit). Tapi semua itu pengalaman Lusita yang bisa mengubah Lusita. Setelah dididik memiliki akhlak yang sesuai dengan syariat islam, akhirnya Lusita di izinkan masuk SMA negeri. Disana semua berubah. Terbiasa dengan sekolah berbasis agama, disana rasanya kawan perempuan dan lelaki sama, berbaur antara lelaki dan perempuan dan lain-lain. Ekstrakulikuler rohis adalah salah satu jembatan supaya Lusita gak keluar dari norma agama, tapi Lusita gak mau masuk rohis pada awalnya.Orang tua maksa banget supaya anaknya bisa masuk rohis dan efeknya.. Lusita agak setengah hati menjalankannya. Tapi Lusita mecoba menikmati ajaaa sampai pada suatu saat Lusita bosen dengan kegiatan tersebut. Bukan bosen dengan kajian, tapi Lusita agak gak suka sama ngaretnya. Tapi alhamdulillah semuanya sekarang sudah berubah. Lusita setelah kelas 12 mulai jarang ikut kajian, lebih suka main, lebih suka bergaul sana sini, walaupun krudung Lusita saat itu sudah lebar.

Masuk kuliah, Lusita lebih parah lagi. Lusita pakai rok dan kerudung lebar cuma pas beberapa bulan kuliah. Disana Lusita mencari kebebasan dan mencari jati diri. Lusita udah mulai pake jins, baju ketat, krudung pendek, dan sepatu kayak cowok. Lusita yang awalnya gak boleh kemana2 sekarang sudah bebas, mau pulang jam berapapun gak ada yang marahin. Walaupun begitu, Lusita selalu jaga diri dan bergaul dengan teman2 yang baik. Lusita hobi jalan2 dan hobi itu kadang gak bisa disesuaikan dengan busana seperti rok. Karena dulu mikirnya ribet pakai rok kemana2, akhirnya pakai jins deh. Dan itu semua berakhir ketika Lusita mulai tugas akhir. Lusita dikasih sahabat-sahabat yang luar biasa, bisa mengubah Lusita jadi lebih baik, dan mereka yang membuat Lusita merasakan punya teman yang sudah seperti keluarga.

Awal di jitak sama Allah adalah ketika Lusita harus lembur di lab. Disana ada kawan Lusita yang namanya Yelly dan Puguh. Lusita dan Yelly emang doyan ngobrol ngalor ngidul sampai2 kita ngbrol tentang masa depan. Waktu itu, Yelly tanya tipe wanita idaman Puguh dan dia jawab "Aku suka wanita yang memakai rok, krudungnya agak lebar, dan tutur katanya halus." Dari sana aku tersentak. Laki-laki baik ingin mendapat wanita baik. Lantas bagaimana aku yang masih pakai jins dan krudung pendek? Pasti laki-laki baik ingin mencari wanita yang jauh lebih dari aku. Dari sanalah aku mulai memutuskan menggunakan rok. Awalnya susah2 gampang. Kalau di kampus sih gampang pakai rok, tapi kalau mau jalan2 masih pakai celana walaupun celana bahan. Lusita belajar memanjangkan krudung tapi kadang pendek lagi. Lusita ngubah kebiasaan jelek jadi baik. Dan itu perluuuuuu perjuangan. Belajar melaksanakan ibadah sunnah lagi macem sholat dhuha dan tahajjud, serta puasa senin kamis dan puasa daud. Wah berkah luar biasa. Tapi Lusita masih dikasih ujian pertama setelah hijrah yaitu "laki-laki". Saat itu emang lagi deket sama cowok dan kadang suka jalan berdua. Awalnya Lusita malu lah jalan berdua dengan laki2 pakai rok. Apa kata orang? Tapi Lusita biasakan walaupun agak berat.

Saat deket sama seorang cowok, Lusita denger dari ibu kalau ada laki2 yang mencari wanita sholehah. Trus Lusita mikir "Gue apanya sholehah? Jauh banget. Pakaian doang yang mending, hati gue masih mikirin anak orang. Keinginan gue masih pengen jalan berdua. Masih gak bisa kalau gak komunikasi sama si doi." Terus bergejolak hal seperti itu. Tapi emang Lusita bebel (susah dikasih tau sama Allah), akhirnya Lusita mengabaikan hal tersebut dan terusin jalan sama cowok walau udah pakai rok dan belajar pakai jilbab panjang. Mungkin Allah udah greget sama Lusita akhirnya dijitak deh. Jitakan ini bener2 bikin Lusita sadar kalau Lusita udah salah. Lusita terlalu berharap sama manusia dan melupakan Allah. Sholat sih jalan, baca Qur'an juga jalan, tapi Lusita lupa berdoa kalau orang yang lusita suka adalah milik Allah. Lusita malah berharap lebih dan Allah gak suka Lusita gak berharap sama Allah. 

Nangis? Waw bukan nangis lagi, hampir gila aku setelah di jitak. Makan gak enak tidur gak nyenyak. Derita dan nestapa. Hiks hiks. Tapi itu semua adalah rencana Allah supaya aku kembali lagi. Aku mulai rutin Tahajjud dan Dhuha, belajar pakai2an syar'i, dan mengahdiri Liqo. Lusita selalu berdoa semoga selalu diberi jalan untuk dimudahkan hijrahnya dan diberi keistiqomahan. And then? Luar biasa Allah itu benar2 maha besar. Lusita yang gundah gulana dan hampir gila diberi ketenangan batin. Lusita nangis tiap malem ngadu sama Allah dan rasanya kayak Allah ngedengerin curhatan Lusita. Semua Lusita curhatin karena Lusita gak menemukan ketenangan setelah curhat sama manusia. Tenang hanya sesaat, selanjutnya sih gelisah lagi. Setelah itu? Allah kasih jalan buat Lusita berubah sepenuhnya, Allah deketin Lusita sama teman2 yang juga lagi proses hijrah dan mendukung full perubahan Lusita. Semua yang Lusita lakukan sekarang semata-mata hanya karena Allah. Lusita pasrah dan ikhlas dengan apa yang terjadi. Allah pasti gantikan dengan sesuatu yang lebih baik lagi. Sekarang Lusita cuma ingin selalu diberikan keistiqomahan, karena Lusita fikir yang susah bukan tentang berubah, tapi mempertahankan perubahan tersebut.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً
“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak” [An-Nisaa : 100]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Boarding school pertama.

Acara boarding school itu adalah acara nginep-menginep yang dilaksanakan rutin setiap dua kali dalam setahun. Dan ini adalah acara boarding school pertama angkatan kami. Selain ajang nginep-menginep, boarding juga ajang bawa membawa barang-barang rumah yang aneh. Ada yang bawa boneka, bawa sarung, bawa bedcover, bawa sisir, celdal (upssss, barang bawaan wajib) dan masiiih banyak lagi. Aku sebagai perempuan cantik penggila boneka, sempet bawa boneka monyetk. Si ipeh juga bawa boneka jeruk. Dan boneka itu juga alat penghibur kita waktu pelajaran. Yang biasanya Cuma duduk diatas kursi, sekarang kita jadi duduk dibawah kursi sambil bobo-boboan bareng boneka.  Aku yang menjadikan boarding shool adalah ajang menginap missal itu, kadang kala sempet main-main pas pelajar. Ipeh, mokmok sama aku, pernah kambuh penyakit engga warasnya dikelas. Kita pura-pura naik mobil sambil tiduran. Karena ipeh yang punya boneka jeruk, jadinya dia yang jadi suorinya. Aku sama mokmok jadi penum...

Bolang dan Diah

Hai hai.. pengen posting cerita nih. Oh iya, sebelumnya aku mau ngenalin sahabat baru aku. Namanya Diah Utami, tapi aku manggilnya Dea. Dia ini temen bolang aku. Kalau bolang pasti sama dia. Dan ngebolangnya juga ga pernah direncanain sebelumnya. Dea ini orangnya asik, pengertian banget, selalu ada setiap saat kaya rexona, baik banget orangnyaaa.. Hehe Ini dia orangnya  hari jumat tanggal 20 Februari aku ga pernah berencana mau main kemana-mana. Awalnya aku cuma minta dianterin Dea ke kosan baru. Lah ujung-ujungnya kita berdua melalang buana ke daerah Coban Rais. aku gatau Coban Rais itu dimana, akhirnya kita Dea buka gadget trus cari lokasinya. Eh di tengah jalan hampir aja ketilang polisi. Motor aku disuruh minggir dan di tanyain stnk sama sim nya. Polisinya nyebelin lagi, masa dia doain aku supaya lupa bawa sim. Hadeeeuuhh, tapi ternyata tuhan sayang sama aku dan aku terlepas dari tilang menilang itu. Dea juga sempet tanya daerah menuju Coban Rais sama polisi dan ...

You are my cup of tea

Cinta.., 5 huruf nan dapat membuat orang berubah 180 derajat, yang baik dapat jadi jahat. nan dursila dapat menjadi baik, hanya sebab oleh cinta, sudah niscaya jika ada pasangan nan saling mencintai, rasa senang akan mereka rasakan, lalu bagaimana dengan cinta terpendam? Cinta terpendam…, ketika ku mengenalnya hanya sebatas biasa, acuh dan tidak acuh, menyapa sama halnya kepada nan lainnya, saya gak terlalu peduli dengan dia, untuk saya tidak jauh beda dengan nan ada di sekitar ku, Waktu terus berjalan, sapaan lembut nan selalu berawalkan salam, nan membuat ku tidak dapat mengacuhkannya dan harus menjawabnya. Karena nan saya tahu setiap manusia nan memberikan salam, tentu kita wajib menjawabnya, sebab salam ialah sama halnya dengna kita saling mendo’akan. Ku coba buat menjaga perasaan agar tidak jauh dari norma-norma sebagai seorang wanita, nan dekat dengan bukan mahramnya, Hati siapa nan dapat menebak? Allah maha membolak-balikan hati, tidak terasa waktu terus berjala...